Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Ujung Tombak Kewibawaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi


Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat bukanlah istilah yang out of date, kadaluarsa dan tidak bermakna. Akan tetapi, merupakan sebongkah istilah yang sangat akrab dan diakrabi oleh insan kampus. Istilah ini begitu populer dalam percaturan perguruan tinggi sehingga mengindikasikan bahwa istilah ini telah melampaui pengujian waktu atau hystorical testing sedemikian rupa. Kebermaknaan istilah ini terlihat dari daya kekuatannya di dalam mengarungi ujian waktu dan mengindikasikan bahwa istilah ini akan tetap lestari karena daya jangkauannya yang transzaman. Dimulai tahun 1962, hingga sekarang kata Tri Dharma Perguruan Tinggi selalu dianggap relevan.            

Setiap perguruan tinggi akan memiliki tiga kewajiban bagi mahasiswa dan masyarakat, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jika misalnya terjadi perubahan bukan pada makna fungsional mendasarnya, melainkan pada instrumen dan pola-pola yang dapat diperdebatkan. Misalnya, pendidikan akan selalu terkait dengan bagaimana menciptakan generasi yang akan datang yang mumpuni dalam bidang ilmu pengetahuan dan juga memiliki keahlian praktis untuk bekal menghadapi kehidupan nyata. Kalaupun kemudian terjadi perdebatan adalah di seputar instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan itu, misalnya perubahan kurikulum, model pembelajaran dan sebagainya. Setiap perguruan tinggi juga harus berurusan dengan dunia penelitian. Artinya, melalui penelitianlah pengembangan ilmu pengetahuan itu akan memperoleh momentumnya. Penelitian merupakan sasaran pengembangan ilmu pengetahuan apakah itu terkait dengan dunia teoritik murni atau konseptual teoritik maupun teoritik aplikatif atau konseptual aplikatif. Dari dua dharma ini kemudian mengarah kepada darma ketiga, pengabdian masyarakat. Pendidikan dan penelitian tidak akan bermakna jika tidak dilanjutkan dengan bagaimana keduanya diabdikan untuk kepentingan pengabdian masyarakat.            

Pengembangan masyarakat adalah satu hal yang sangat penting di dalam dunia pendidikan tinggi. Ibaratnya, sebuah lembaga pendidikan akan menjadi kurang berwibawa jika tidak memiliki seperangkat kegiatan yang bersearah dengan pengembangan masyarakat. Itulah sebabnya, menurut saya, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) pada Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi hakikatnya adalah ujung tombak bagi keberwibawaan fakultas dakwah dan ilmu komunikasi khususnya dan IAIN pada umumnya. Oleh karena itu, jika program pengembangan masyarakat maju maka dengan sendirinya juga akan menyebabkan kemajuan dan memunculkan image positif bagi perguruan tinggi yang dimaksud.            

Dalam banyak hal, perguruan tinggi memang kalah dengan lembaga swadaya masyarakat dalam hal penguasaan dan aplikasi pemberdayaan masyarakat. Akan tetapi bukan berarti bahwa kekalahan itu lantas memunculkan sikap dan tindakan tidak berani melakukan terobosan-terobosan ke depan. Terobosan itu bisa saja berangkat dari jalinan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang telah lama berkecimpung di dalam dunia pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, sebagai momentum untuk belajar dan kemudian berkembang dengan kemampuan sendiri dalam rangka pemberdayaan masyarakat tersebut.